NADIKABAR.COM β€” Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Selasa, bergerak melemah 32 poin atau 0,18 persen menjadi Rp17.879 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.847 per dolar AS.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menyatakan pelemahan rupiah dipengaruhi sikap wait and see investor menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI).

β€œPelemahan rupiah dipengaruhi oleh domestik sikap wait and see pelaku pasar terkait keputusan RDG BI besok. Walaupun diperkirakan BI akan menahan suku bunga acuan, namun beberapa negara cenderung sudah menaikkan suku bunga dan kekhawatiran melebarnya defisit neraca berjalan,” ucapnya kepada NadiKabar di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, alasan BI kemungkinan memutuskan untuk menahan suku bunga yaitu demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan bauran kebijakan BI selama ini, seperti lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), swap point, hingga intervensi di pasar obligasi masih cukup efektif menjaga stabilitas rupiah dalam jangka pendek.