NADIKABAR.COM — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa, bergerak menguat 13 poin atau 0,07 persen menjadi Rp17.900 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.913 per dolar AS.

Analis mata uang sekaligus Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuabi menganggap penguatan kurs rupiah dipengaruhi pencabutan sanksi AS terhadap bahan bakar minyak (BBM) milik Rusia.

"Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Rusia telah sepakat untuk memasok solar ke pasar global, dan pemerintahannya untuk sementara mencabut sanksi AS terhadap bahan bakar Rusia, sanksi yang sebelumnya diterapkan untuk memutus aliran pendapatan bagi Moskow guna membiayai perang di Ukraina," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Pasokan tambahan ini dinilai dapat membantu meredakan ketatnya pasokan di pasar bahan bakar global, sekaligus mengurangi kekhawatiran pasokan yang belakangan ini turut menopang harga minyak mentah.