Namun, lanjutnya, terdapat keraguan besar terkait "gencatan senjata energi" antara Rusia dan Ukraina tersebut, terutama mengingat adanya laporan bahwa Rusia telah menyerang infrastruktur energi Ukraina pasca Trump mengumumkan kesepakatan itu.

Para anggota parlemen AS dari kedua partai menilai kesepakatan Trump dengan Putin tampaknya melanggar undang-undang AS yang melarang impor energi Rusia, kecuali jika Moskow menghentikan agresinya terhadap Ukraina.

Selain itu, kata dia, kekhawatiran mengenai kerentanan infrastruktur energi dan jalur pelayaran di kawasan Teluk tetap menjadi sorotan setelah Ansarullah Yaman menyerang bandara internasional Riyadh pada akhir pekan, serta adanya laporan serangan terhadap kapal tanker di dekat Selat Hormuz.

"Insiden-insiden tersebut mengancam membatalkan pemulihan pasokan dari Timur Tengah yang sempat terlihat pada bulan September, sekaligus memperkuat kekhawatiran akan gangguan lebih lanjut di salah satu jalur transit energi terpenting di dunia," ungkap Ibrahim.