Di samping itu, investor disebut masih berhati-hati di tengah pekan ini yang padat data ekonomi dan mengantisipasi pemilu legislatif paruh waktu AS pada bulan ini.
βData AS di antaranya data pekerjaan Jolt dan NFP serta data ISM, dari domestik investor menantikan data PDB (Produk Domestik Bruto) kuartal III Indonesia pada hari Kamis. PDB YoY (year on year) Indonesia diperkirakan 5,2 persen, turun dari 5,29 persen, sedangkan QoQ (quarter over quarter) tumbuh 1,3 persen, lebih rendah dari 3,73 persen sebelumnya,β ungkap Lukman.
Pergerakan rupiah juga dinyatakan masih akan didikte oleh sentimen di pasar ekuitas yang masih lemah.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp18.100-Rp18.200 per dolar AS.