NADIKABAR.COM β Analis Doo Financial Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah terhadap dolar AS dipengaruhi harga minyak dunia yang turun cukup besar.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Rabu, bergerak menguat 56 poin atau 0,31 persen menjadi Rp17.925 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.981 per dolar AS.
βPenguatan ini didukung oleh harga minyak dunia yang turun cukup besar oleh berita bahwa Arab Saudi melanjutkan kembali setengah dari ekspor minyak mentah melalui jalur pipa Timur-Barat,β katanya kepada NadiKabar di Jakarta, Rabu.
Mengutip Anadolu, harga minyak turun di tengah tanda-tanda membaiknya pasokan dari Timur Tengah, termasuk kembali berjalannya ekspor minyak Arab Saudi melalui jalur pipa Timur-Barat pascaperbaikan kerusakan akibat serangan pesawat nirawak.
Peningkatan lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz juga turut meredakan kekhawatiran mengenai pasokan dalam waktu dekat.
Tercatat, harga minyak mentah Brent internasional turun 2,8 persen atau sebesar 2,94 dolar AS menjadi 102,35 dolar AS per barel, sementara harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) turun 3,5 dolar AS atau 3,8 persen menjadi 89 dolar AS per barel.
Mendekati level psikologis Rp18 ribu, lanjutnya, Bank Indonesia juga disebut tengah kembali melakukan intervensi rupiah di pasar spot, Non-Deliverable Forward (NDF), dan Domestic Non Deliverable Forward (DNDF).
Senada, Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai pelemahan rupiah mereda dari penutupan sebelumnya seiring penurunan harga minyak global.
βHari ini, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp17.925βRp18.025 per dolar AS,β ujar dia.