Secara keseluruhan, tekanan global terutama datang dari kombinasi kebijakan The Fed yang lebih hawkish, penguatan dolar AS, ketidakpastian geopolitik, dan harga minyak yang tinggi.

Menurut Rully, BI pada hari ini akan menunjukkan sikap hawkish untuk menjaga stabilitas rupiah melalui perluasan instrumen seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), pasar valas spot, hingga derivatif Non-Deliverable Forward (NDF) dan swap.

β€œDari global, harga minyak menunjukkan tren penurunan mendorong penurunan indeks dolar dan yield obligasi pemerintah AS,” ungkap dia.