NADIKABAR.COM — Angkatan Bersenjata Rusia memberlakukan gencatan senjata di Kherson untuk mempersiapkan operasi kemanusiaan di wilayah Alyoshki, menurut pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia.

"Dalam rangka mempersiapkan operasi kemanusiaan di sekitar pemukiman Alyoshki, Wilayah Kherson, Angkatan Bersenjata Federasi Rusia telah menghentikan tembakan di sektor Kherson dan menerapkan rezim gencatan senjata, yang berlaku mulai pukul 04.00 waktu Moskow pada 27 Oktober 2026," menurut pernyataan tersebut.

Sebelumnya, Kepala Staf Umum Rusia sekaligus Wakil Menteri Pertahanan Rusia Valery Gerasimov mengumumkan gencatan senjata akan diberlakukan dan pasukan Rusia akan menghentikan tembakan mulai pukul 04.00 waktu Moskow pada Selasa. Hal itu dilakukan untuk menjamin keselamatan warga dan pengiriman kebutuhan pokok.

Guna menjamin keselamatan penduduk dan pengiriman pasokan penting, Gerasimov menjelaskan akan dilakukan pengintaian teknik dan akan difasilitasi perjalanan secara aman bagi konvoi kemanusiaan menuju Alyoshki.

Sebelumnya, Senin (26/10), Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa unit kelompok pasukan Dnepr melakukan pengintaian teknik setiap hari, serta membersihkan jalur utama menuju Alyoshki dari alat peledak dan jebakan.

Menurut kementerian itu, selama lebih dari dua tahun, Ukraina setiap hari menembaki jalan dan jalur menuju Alyoshki dengan menggunakan artileri, sekaligus secara gencar menggunakan drone untuk menghancurkan kendaraan apa pun.

Selain itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengeklaim pasukan Ukraina menggunakan pesawat nirawak untuk menanam ranjau dari jarak jauh di sepanjang jalur menuju Alyoshki, untuk mengganggu proses evakuasi warga sipil serta menghalangi pengiriman makanan, obat-obatan, dan barang-barang kebutuhan pokok.

Menurut kementerian itu, pada 19-26 Oktober lalu, pasukan Ukraina melakukan 18 serangan artileri dan lebih dari 120 serangan drone terhadap Alyoshki dan jalan utama menuju permukiman tersebut.

Dalam periode yang sama, unit teknik kelompok pasukan Dnepr menetralisasi lebih dari 300 bahan peledak dan ranjau, menurut Kementerian Pertahanan Rusia.

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia berharap Ukraina mematuhi kesepakatan yang dicapai dalam operasi kemanusiaan tersebut.

Peskov juga menyebut mekanisme gencatan senjata di Alyoshki dapat menjadi model untuk mengamankan pengaturan serupa di sektor lain dalam zona operasi militer khusus.

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan