NADIKABAR.COM — Pemerintah Rusia menyatakan semua serangan siber yang terdeteksi pada sistem pemungutan suara daring (e-voting) berhasil ditangkal sehingga tidak ada serangan serius yang mengganggu operasional platform tersebut di tengah pemilihan umum (pemilu) majelis rendah Parlemen Rusia (Duma).

"Tidak ada serangan serius yang mampu mengganggu sistem (e-voting), karena semua serangan yang terdeteksi telah berhasil ditangkal dari jauh," ujar Kepala Komisi Pemilihan Teritorial, Oleg Artamonov, yang mengawasi sistem e-voting tersebut, kepada kantor berita Rusia RIA Novosti.

Kepala Pusat Pengawasan Pemilu Publik Moskow Vadim Kovalev juga memastikan bahwa seluruh serangan siber terhadap sistem e-voting itu berhasil digagalkan dan tidak memengaruhi jalannya pemilu.

Kovalev mencatat bahwa sejak pemilu dimulai, sejumlah serangan siber berskala besar terhadap sistem e-voting di Moskow telah terdeteksi.

Ia menuturkan, serangan-serangan tersebut menunjukkan karakteristik yang sangat berbeda dari upaya serangan sebelumnya terkait tingkat persiapan, skala, dan sebarannya.

Pemilihan anggota Duma digelar bersamaan dengan sejumlah pemilu lainnya pada 18-20 September untuk memilih para wakil rakyat yang akan menduduki 20.700 kursi parlemen dan jabatan publik lainnya.

Presiden Vladimir Putin menyebut pemilu parlemen itu sebagai agenda politik dalam negeri yang paling penting.

Penerjemah: Uyu Septiyati Liman