NADIKABAR.COM — Rusia menyatakan kemungkinan penempatan pangkalan militer NATO maupun senjata nuklir di Lithuania pasti akan meningkatkan ketegangan, kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov.

"Tak satu pun dari langkah-langkah ini akan memberikan kontribusi terhadap stabilitas dan kepastian di benua Eropa. Sebaliknya, dan ini amat kami sayangkan, langkah tersebut justru akan menandai eskalasi ketegangan yang semakin tajam," kata Peskov dalam konferensi pers, Selasa.

Dia mengatakan Rusia terpaksa mengambil berbagai langkah yang diperlukan untuk menjamin keamanannya negaranya.

Peskov mengatakan hal itu untuk menanggapi hasil pemungutan suara di parlemen Lithuania, Seimas, yang akan melanjutkan amendemen konstitusi untuk mencabut larangan penempatan senjata nuklir di wilayah negara tersebut.

Menurut lembaga penyiaran publik LRT, amendemen tersebut lolos saat pembacaan pertama, dengan 106 anggota parlemen memberikan suara setuju. Pemungutan suara akhir untuk amendemen tersebut dijadwalkan pada 12 Januari 2027.

Seimas melakukan pemungutan suara pada akhir bulan lalu mengenai amendemen tersebut, dengan hasil 99 setuju, 13 menentang, dan lima abstain, terkait usulan tersebut.

Sementara itu, terkait laporan kasus penyakit pes paru-paru di Rusia, Peskov juga menanggapi pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan mengatakan bahwa pihaknya akan menyambut baik ketika bantuan timbal balik ditawarkan.

Dia mengatakan badan pengawas kesehatan masyarakat Rusia, Rospotrebnadzor, sedang memberikan informasi komprehensif terkait kondisi di wilayah Irkutsk, Siberia.

Pekan lalu, sejumlah media Rusia melaporkan Rospotrebnadzor menilai situasi sanitasi dan epidemiologi di wilayah Irkutsk sedang dalam kondisi stabil, di tengah adanya laporan mengenai seorang pasien yang didiagnosis menderita "pneumonia dengan etiologi yang belum diketahui".

Laporan tersebut menyebutkan sejumlah langkah telah diambil terkait kasus penyakit tersebut, yang menimpa seorang pegawai Institut Anti-Wabah Siberia dan Timur Jauh di Irkutsk. Pegawai tersebut telah meninggal dunia.

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan