Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa penempatan peluncur Typhon di wilayah Jepang tidak dapat diterima dengan alasan apa pun dan menuntut agar peluncur tersebut disingkirkan dari wilayah Jepang. Zakharova juga menekankan bahwa Jepang harus mengakui sepenuhnya hasil Perang Dunia II, termasuk aspek-aspek teritorial yang berkaitan dengan bagian selatan Kepulauan Kuril, serta menghentikan kebijakan remiliterisasinya. Pada 1 September, Zakharova mengatakan dalam sebuah taklimat di sela-sela Forum Ekonomi Timur di Vladivostok bahwa Kedutaan Besar Jepang telah diberi tahu secara jelas bahwa penempatan persenjataan jenis ini di wilayah Jepang, bahkan dengan dalih latihan militer, "sama sekali tidak dapat diterima karena menimbulkan ancaman terhadap keamanan Rusia."