NADIKABAR.COM — Burkina Faso dan Benin menjadi dua lawan terakhir Argentina yang diperkuat Lionel Messi. Apesnya, dua wakil Afrika itu malah apes. Soal apa?

Melansir AFP, itu Benin dan Burkina Faso mendapat akomodasi dan pelayanan kurang profesional. Dua lawan terakhir Argetina era Messi itu apes sejak perjalanan hingga hotel.

Burkina Faso, yang bertanding pada Sabtu (4/10) waktu setempat, rupanya kesulitan sejak datang ke Argentina sehari hari sebelumnya. Tim asuhan Amir Abdou rupanya terpaksa menurunkan tim U-23.

Gara-garanya, pesawat Burkina Faso sempat telat di bandara Maroko menuju Argentina pada Jumat (3/10) pagi waktu setempat. Hal itu bikin pemain senior ngambek, sehingga federasi terpaksa memainkan tim U-23. Laga persahabatan melawan Mali U-23 sampai dibatalkan tiba-tiba demi melawan Argentina.

Pemain mudanya itu akhirnya mau bertanding, dan akhirnya baru tiba beberapa jam sebelum pertandingan. Kondisi jet lag bikin pemain Burkina Faso dicukur 0-7 oleh Argentina, meski Messi tak bertanding di laga itu.

Benin juga mengalami masalah yang sama. The Cheetahs, yang kalah 0-3 dan berkesempatan langsung menghadapi Lionel Messi, juga kena apes dari segi akomodasi, yakni mendapat hotel yang bobrok.

Hotel tempat menginap Benin tak dilengkapi area gym untuk berlatih. Bahkan, sekadar air panas untuk pemain juga tak tersedia. Sementara tempat sauna yang ada juga rusak.

Benin juga disebut bermasalah dari segi pesawat. Jadwal penerbangannya bikin beberapa pemain sakit, bahkan ada yang pingsan.

AFP juga menyebut Burkina Faso dan Benin tak mendapat bayaran untuk laga melawan Argentina. Padahal, laganya berpotensi menghasilkan jutaan dolar dari segi pendapatan sponsor dan hak siar, apalagi Messi jadi sorotan betul karena memainkan laga internasional terakhirnya.

Eurodata Sport, selaku penyelenggara pertandingan melawan Argentina, menilai pihaknya sudah memenuhi komitmen kontraktualnya. Namun, mereka menolak menanggapi pertanyaan dari AFP.

Situasi ini datang saat Argentina disorot akibat mengalami krisis keuangan, dan tengah diselidiki soal pencucian uang. Presiden AFA, Cladio Tapia, juga dicurigai mengemplang pajak.

Padahal, Argentina dinilai selalu mendapat banyak keuntungan saat melawan tim nasional lain. Juara Piala Dunia 2022 itu mendapat jutaan dolar saat melawan Angola, misalnya, pada akhir 2025 lalu.

Beberapa media lokal juga sudah mengecam agenda Argentina belakangan ini. Laga melawan Benin dan Burkina Faso disebut laga chatarra (murahan).