"Ya orang butuh, ya enggak ada beli, jual. Daripada dia keluar duit di ATM, mendingan dia jualin barang bekas. Udah lama enggak kepakai, dia jual-jualin murah juga. Yang kaya, yang itu juga sama, pada ngejualin. Banyak saya dapat barang murah. Tapi kita jual juga susah, ya pembelinya enggak ada," tuturnya.
Andi mengatakan Pasar Batu Akik Rawa Bening mulai sepi sejak pandemi COVID hingga sekarang. Dia menilai kondisi keuangan saat ini mempengaruhi jumlah pembeli batu akik di Pasar Rawa Bening.
"Mulai sepi ya COVID-lah masih bisa untung kita dagang. Sekarang malah. Dari COVID kemarin, PSBB. Dari PSBB kemarin merosot terus begini. Sekarang hancur lho. Butuh jual, butuh jual. Barang orang dijualin enggak disetorin. Yang punya juga pusing mau ditagih juga emang keadaan begini," ujarnya.