"Pada saat yang sama, insiden ini menjadi pengingat bahwa semua hewan liar, bahkan mereka yang sudah akrab dengan perawatnya dan umumnya terbiasa dengan kehadiran manusia, dapat berperilaku di luar dugaan dan berpotensi menyebabkan cedera," kata Mandai.

Tapir Malaya, satu-satunya spesies tapir yang berasal dari Asia dan diklasifikasikan sebagai hewan terancam punah oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN). Hal itu berarti spesies ini memiliki risiko tinggi untuk punah di alam liar.

Dalam pernyataannya pada 29 Agustus, juru bicara tersebut mengatakan pihaknya sedang meninjau insiden ini serta prosedur operasionalnya untuk menentukan apakah ada langkah-langkah tambahan yang dapat lebih meningkatkan keselamatan baik bagi staf maupun hewan.