NADIKABAR.COM — Anak Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq sekaligus eks Direktur Utama PT Raja Nusantara Berjaya (RNB), Muhammad Sabiq Ashraff, hadir dalam sidang pemeriksaan saksi. Ia mengklaim Fadia tak tahu dirinya merupakan Dirut PT RNB yang menyediakan tenaga outsourcing di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan.
Pantauan NadiKabar, terdapat sembilan saksi yang dihadirkan dalam sidang pemeriksaan saksi Fadia di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarsng, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. Dua di tim redaksi saksi itu, yakni Sabiq serta ayahnya yang juga suami Fadia, Mukhtaruddin Ashraff Abu.
Tampak Ashraff hadir mengenakan kemeja putih, sementara Sabiq hadir mengenakan batik biru. Sabiq diperiksa sebagai saksi terlebih dahulu. Jaksa Penuntut Umum (JPU), Agus Subagya menanyakan awal mula Sabiq mendirikan PT RNB.
"Saya jadi Dirut dari 2022-2024 akhir. Intinya usaha saya kan banyak. Saya sudah mulai berusaha itu dari tahun 2019. Ada showroom mobil, distributor bahan bangunan, bus pariwisata, trucking atau untuk antarlogistik," kata Sabiq di Pengadilan Tipikor Semarang, Jumat (28/8/2026).
"Saya nggak punya badan. Memang jujur saya tidak cakap dalam administrasi, tidak cakap. Jadi saya cuma punya uang, saya buat usaha aja. Nah, akhirnya rekan-rekan bilang buat PT, akhirnya saya buat PT," lanjutnya.
Ia mengaku tak pernah berkonsultasi dengan Ashraff maupun Fadia. Namun, ia sempat meminjam uang Ashraff untuk modal pendirian perusahaan.
"Saya cuma pinjam modal ke ayah saya. (Kenapa Ashraff punya saham PT RNB?) Untuk garansi, saya masukkan dia ke komisaris, tapi uangnya tetap saya pakai," jelasnya.
"(Uang Ashraff di PT untuk saham atau pinjaman?) Pinjaman modal. Uang itu untuk berbagai usaha, termasuk PT RNB, totalnya banyak, tapi modal awal Rp 2,3-2,5 miliar," lanjutnya.
Ia menyebut, PT RNB mulai menyediakan jasa outsourcing sejak 2022. Namun, Sabiq mengklaim, Anggi selaku staf RNB bidang keuangan yang mengurus semuanya hingga akhirnya PT RNB bisa menyediakan jasa outsourcing untuk Pemkab Pekalongan.