Namun, dampak karhutla terhadap perusahaan sawit tidak selalu positif, apabila kebakaran secara langsung merusak perkebunan atau mengganggu kegiatan operasional perusahaan. Kondisi tersebut justru dapat meningkatkan risiko kerugian dan menekan kinerja emiten.

"Kalau kebakaran ini kemudian merambah ke perusahaan, artinya perusahaan juga terdampak dan mengalami kerugian. Otomatis kalau perusahaan mengalami kerugian, dampaknya bisa negatif," jelasnya.

Karena itu, investor perlu melihat lokasi aset dan perkebunan masing-masing perusahaan. Perusahaan dengan area produksi yang tersebar di sejumlah wilayah memiliki peluang untuk mengompensasi gangguan produksi di satu daerah dengan produksi dari wilayah lain.

Selain faktor karhutla, Venus menyebut kebijakan pemerintah terkait pengembangan biodiesel, termasuk rencana peningkatan bauran biodiesel B50, juga dapat menjadi bagian dari sentimen terhadap industri sawit.

Kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan kebutuhan CPO domestik sehingga memberikan prospek terhadap permintaan komoditas dalam jangka panjang.