Menurut Sahrul, penjelasan anaknya mengenai tujuan dan alasan memilih kuliah di luar negeri membuatnya semakin memahami keputusan tersebut. Ia pun tidak ingin membatasi cita-cita anak-anaknya selama mereka memiliki perencanaan yang jelas.

"Karena anakku jelasin goal dan alasannya dia pengin kuliah di luar negeri, jadi aku enggak ada alasan lagi buat melarang-larang. Jadi, tinggal kita orang tua dan keluarga support saja, dan rencananya tahun depan," jelasnya.

Lebih lanjut, Sahrul membeberkan rencana pendidikan kedua anaknya. Zema, anak pertamanya, direncanakan melanjutkan kuliah ke Singapura pada tahun depan. Sementara itu, Ezar, anak keduanya, akan mengikuti program kelas internasional atau International Undergraduate Program (IUP), dengan skema perkuliahan yang dijalani di Indonesia dan Australia.

"Kalau Zema (anak pertama) ke Singapura tahun depan, kalau Ezar (anak kedua) dia program IUP, jadi dua tahun di Indonesia, dua tahun di Australia. Karena ada keluarga dari kakeknya di sana, jadi makin tenanglah," pungkasnya.