NADIKABAR.COM — Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah membakar semangat kader dan pengurus partai di wilayah Malang Raya. Dalam pengarahannya, Said menegaskan pentingnya konsolidasi internal serta mematok target tinggi pada kontestasi politik mendatang.

Yakni untuk sukses mengusung kader murni PDIP di kursi bupati maupun Gubernur Jawa Timur. Di hadapan para jajaran pengurus DPC PAC, hingga ranting Kabupaten Malang. Said menyinggung soal mayoritas struktur kepengurusan di Malang Raya yang berlatar belakang Nahdlatul Ulama (NU).

Menurut Said, potensi besar ini harus selaras dengan asas kebersamaan dan ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah yang solid di lapangan, bukan sekadar di atas kertas.

"Tadi disampaikan oleh Ketua DPC bahwa 90 persen pengurus DPC kita adalah Nahdlatul Ulama. Karena memang mayoritas di Malang Raya pasti juga jemaah dan jam'iyahnya adalah Nahdlatul Ulama," ucap Said dalam Konsolidasi Internal dan Bakti sosial DPD PDIP Jawa Timur di Kantor DPC PDIP Kabupaten Malang, Jumat (9/10/2026).

"Kalau memang kita ini adalah Ahlussunnah wal Jama'ah, betul solid, betullah kita satu barisan?. Begitu siap-siap, solid, di belakang fitnah bertaburan tidak karuan. Itu namanya bukan Ahlussunnah wal Jama'ah, tapi Ahlul Fitnah wal Takagennah," cetusnya.

Said menggarisbawahi bahwa konsolidasi partai harus menjadi fokus utama demi menyatukan gerak dan langkah internal.

Ia menargetkan seluruh elemen partai berada dalam satu komando untuk meraih kemenangan di ajang Pemilu maupun Pilkada mendatang.

"Konsolidasi itu arahnya satu, menyolidkan barisan sendiri. Barisan internal: satu kata, satu gerak, satu langkah, satu nyawa, satu roh, satu hati untuk memenangkan PDI Perjuangan," tegasnya.

Secara khusus, politisi senior PDIP ini menaruh perhatian besar pada ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Said menyampaikan, PDIP tak ingin lagi sekadar menjadi pendukung bagi calon di luar partai. Ia menginstruksikan seluruh jajaran untuk memperjuangkan kader sendiri guna menjadi kepala daerah.

"Menang Pileg, Yes. Tapi kita juga punya kewajiban harus punya bupati kader sendiri. Hanya dukung, capek mencalonkan bupati yang bukan kader sendiri, tidak ada gunanya bagi partai. Sudah waktunya DPD PDI Perjuangan beserta DPC, PAC, beserta ranting, kita wajib punya gubernur sendiri juga," lanjut Said.

Untuk mengunci kemenangan tersebut, Said meminta para wakil rakyat dan pengurus partai agar terus mengakar ke bawah dan tidak berjarak dengan rakyat.

Ia pun mengingatkan para legislator agar tidak menyapa warga hanya menjelang pemilu lima tahunan semata.

"Turun ke bawah, turun ke rakyat, sapa rakyat, sentuh hatinya masyarakat. Sapa rakyat. Jangan kalau jadi anggota DPR, lupa. Ingat lima tahun sekali, enggak ada gunanya, buang kalau ada kader begitu! Enggak ada lagi yang kayak gitu, sampah bagi PDI Perjuangan," tandasnya.

Selain itu, Said juga menjamin transparansi penuh dalam proses pencalonan di internal DPD PDIP Jatim. Ia menegaskan tidak ada praktik mahar politik atau transaksional bagi para calon yang ingin maju melalui PDI Perjuangan.

"Enggak ada duit-duitan, saya pastikan. Saya jadi Ketua DPD tidak pernah tangan saya atau pengurus DPD, sepengetahuan saya, yang terima duit dari calon," pungkasnya.