"Termasuk nanti dalam hal fasilitasi dukungan pembelajaran yang spesial secara khusus kepada yang terhadap musibah, termasuk penyelenggaraan ujian. Jadi penyelenggaraan ujian boleh jadi mereka harus agak tertunda dari rekan-rekannya yang lain dan sebagainya, tapi tetap dalam semester yang sama," kata Ali.

Ali menegaskan bentuk upaya ini bukan pertama kali melainkan sudah dilakukan UT setiap kali ada musibah yang menimpa mahasiswa. Contohnya musibah yang terjadi di Aceh, Nias hingga Padang.

"Kita juga bahkan menggelontorkan tidak kurang dari empat ribu beasiswa (untuk mahasiswa) terkena bencana," ucapnya.

Dikarenakan bencana alam dapat merusak infrastruktur hingga jaringan telekomunikasi dan kelistrikan, UT menyiapkan skenario pelayanan akademik berbasis luring (offline). Sehingga mahasiswa masih bisa tetap berkuliah.