NADIKABAR.COM — Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo menerima aspirasi dan masukkan berbagai persoalan dari masyarakat pada kegiatan Sambung Rasa di Desa Jurangjero, Kecamatan Karanganom, Klaten, pada Jumat (11/9).
Adapun kegiatan Sambung Rasa menjadi salah satu sarana Pemerintah Kabupaten Klaten untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah juga dapat menyerap aspirasi secara langsung dari masyarakat.Pada kesempatan ini, Kepala Desa Jurangjero, Ali Murtono menyampaikan sejumlah hal yang membutuhkan perhatian Pemerintah Kabupaten Klaten. Hal ini meliputi normalisasi saluran irigasi pertanian serta pemenuhan kebutuhan penerangan jalan umum (PJU) di wilayah Desa Jurangjero."Perlu kami laporkan di wilayah Desa Jurang Jero ada saluran irigasi yang saat ini kritis karena ambrol (runtuh). Sehingga saluran ini kemudian tertutup dan cukup susah untuk menormalisasikannya," ungkap Ali, Jumat (11/9/2026).Ali mengungkapkan saluran irigasi tersebut berada di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Klaten. Saluran tersebut berperan penting dalam mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian di sebagian wilayah Jurangjero serta Desa Brangkal yang memiliki wilayah pertanian beririsan dengan Desa Jurangjero.Ia menambahkan, kondisi saluran irigasi tersebut juga memengaruhi produktivitas pertanian sekaligus upaya menjaga ketahanan pangan masyarakat di wilayah Jurangjero."Mohon perhatiannya untuk nantinya bisa segera dilakukan normalisasi dan pembangunan yang terpadu sehingga tidak lagi mengalami banyak gangguan," jelasnya.Selain irigasi, Ali menyampaikan kebutuhan PJU di wilayah Desa Jurangjero. Terdapat ruas jalan kabupaten sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer yang hingga saat ini belum dilengkapi PJU. Berdasarkan pemetaan awal, kebutuhan penerangan di ruas tersebut diperkirakan mencapai sekitar 50 titik.Ali turut menyampaikan perkembangan penanganan stunting di Desa Jurangjero. Ia mengatakan pemerintah desa bersama kader Posyandu terus berupaya menekan angka stunting selama 2025 hingga 2026."Alhamdulillah selama tahun 2025 dan sampai dengan tahun 2026 saat ini bisa menekan stunting. Nah, saat ini kami perlu adanya pembaharuan alat-alat kesehatan pertama supaya nanti bisa mendukung ibu-ibu kader Posyandu kami yang telah bekerja keras simultan dengan prinsip 5 T (terdata, terencana, terarah, terpadu, dan terselesaikan). Dan dari ibu-ibu Posyandu yang ada di tempat kami mempunyai program yang namanya Gelas Ceting, (Gerakan Keluarga Cerdas Cegah Stunting)," imbuhnya.Lebih lanjut, Ali mengusulkan adanya pembaharuan alat kesehatan bagi Desa Jurangjero. "Dalam upaya menekan stunting ini tidak hanya menjadi domainnya desa dan kader Posyandu, tetapi sebisa mungkin dan sedalam mungkin meningkatkan kesadaran, menumbuhkan kesadaran dari warga untuk memahami apa itu stunting, apa itu gizi, apa itu kecerdasan otak bagi anak. Itu yang utama. Sehingga kami mohon nanti bisa dibantu melalui Dinas Kesehatan untuk bisa diberikan bantuan berupa alat kesehatan tingkat pertama. Karena saat ini sudah banyak yang kalibrasinya sudah tidak sesuai," lanjut Ali.
Pada kesempatan ini, Ali juga mengapresiasi dan berterima kasih atas kehadiran Bupati Klaten beserta jajaran dalam kegiatan tersebut. Ia berharap Sambung Rasa dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, kebutuhan, maupun berbagai persoalan yang dihadapi di tingkat desa.