"Perbedaan pandangan merupakan bagian dari kehidupan bermasyarakat yang harus disikapi secara dewasa. Yang terpenting adalah bagaimana kita mengedepankan komunikasi, saling menghormati, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Dengan begitu, setiap aktivitas dapat berlangsung secara tertib tanpa mengabaikan hak orang lain," lanjutnya.
Isir juga mengimbau masyarakat proaktif merawat ketenangan lingkungan dengan menghindari perilaku kekerasan, tidak memicu gesekan sosial, serta lebih bijak dan cermat dalam memilah informasi di media sosial.
Menurut Isir, esensi peringatan Sumpah Pemuda semestinya tidak berhenti pada ranah seremonial semata, melainkan tercermin dalam perilaku sehari-hari dengan menjaga ketertiban umum dan tenggang rasa.