Siapkan wadah: gunakan ember plastik bekas, drum, atau pot besar yang memiliki penutup rapat.
Buat lubang sirkulasi (aerasi): lubangi dasar dan sekeliling dinding wadah menggunakan bor atau paku panas (diameter 0,5 cm). Sirkulasi udara ini mencegah kondisi anaerobik pembentuk gas metana.
Sediakan penampung lindi: letakkan wadah di atas tatakan untuk menampung cairan hasil dekomposisi (air lindi).
Langkah-langkah pengisian (Metode layering)
Tata bahan organik ke dalam wadah komposter secara bertahap:
Lapisan dasar (drainase): masukkan ranting kecil, sekam, atau daun kering setebal 5–10 cm di bagian paling bawah untuk menjaga sirkulasi udara di dasar wadah.
Lapisan hijau (limbah dapur): masukkan sisa dapur yang telah dicacah kecil-kecil (ukuran 2–3 cm) agar penguraian oleh bakteri berjalan lebih cepat.
Lapisan cokelat: tutup lapisan sampah dapur dengan daun kering atau serbuk kayu. Gunakan perbandingan volume sekitar 2 bagian bahan cokelat : 1 bagian bahan hijau.
Bioaktivator (opsional): percikkan larutan bioaktivator (seperti EM4 pertanian atau air cucian beras) untuk mempercepat pertumbuhan mikroba pengurai.
Penutupan: selalu akhiri tumpukan baru dengan lapisan bahan cokelat di bagian paling atas untuk menahan aroma dan mencegah datangnya lalat. Tutup wadah hingga rapat.