NADIKABAR.COM — sungai di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), justru bertambah kotor akibat sampah saat musim kemarau. Itu adalah sampah warga setempat, bukan sampah kiriman.

Jumlah sampah bahkan melonjak hingga 10 kali lipat. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mataram bahkan sampai kewalahan menangani sampah-sampah tersebut.

"Sungai kita ini sangat kotor karena kemarau. Yang saya lihat sekarang bukan sampah kiriman karena air tidak ada, ternyata (itu) sampah lokal," kata Kepala Dinas PUPR Mataram, Lale Widiahning, saat diwawancarai, Kamis (10/9/2026).