"TPS3R ini ada di bagian tengah, bagaimana di hulu nya rumah tangga juga bisa diedukasi untuk memilah, sehingga punya nilai jual sampai ke hilir. Model seperti ini diharapkan dapat membangun ekosistem pengelolaan sampah dari tengah sampai hilir," ujarnya.

Hendro mengungkap, industri daur ulang yang tengah mereka kelola tetap harus didorong oleh pihak pemerintah maupun swasta, agar ekosistem tersebut dapat terjaga.

"Kami dan para pengurus harus terus didorong oleh pemerintah maupun swasta agar tidak berhenti pada proses pengumpulan dan pemilahan, tetapi berkembang menjadi bagian dari ekosistem industri daur ulang. Oleh karena itu kami sangat mengapresiasi PT Pindo Deli, yang sudah berkenan bermitra, yang telah menerima barang kiriman perdana kami hari ini," ucap Hendro.

Sementara itu, Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular Kementerian Lingkungan Hidup, Agus Rusly mengatakan, Indonesia saat ini tengah menghadapi persoalan sampah yang serius. Karena itu, diperlukan kolaborasi tim redaksi masyarakat, pengelola sampah, dan pihak swasta.

"Yang sedang kita hadapi bersama di Indonesia saat ini adalah darurat sampah. Tidak satu pun daerah sekarang yang tidak bermasalah dengan urusan sampah. Oleh sebab itu kerja sama tim redaksi KSM Darma Sahabat Lingkungan dan PT Pindo Deli dapat menjadi salah satu model kemitraan yang memungkinkan sampah terpilah memiliki kepastian pasar," kata Agus, usai melakukan pelepasan kiriman sampah daur ulang perdana.

Ia menilai keberadaan off-taker sangat penting karena banyak kelompok masyarakat telah aktif mengumpulkan dan memilah sampah, tetapi masih menghadapi keterbatasan dalam penyerapan hasil pemilahan. Dengan adanya kemitraan tersebut, sampah kertas dan kardus yang dikumpulkan masyarakat melalui TPS3R maupun bank sampah memiliki peluang lebih besar untuk diserap industri.