Namun, I Gusti Putu Sugiarta yang saat kejadian berpegangan pada pecahan katir terpisah dari dua rekannya. Korban diduga terseret arus laut. Dua nelayan yang selamat sempat berupaya mencari rekannya, tetapi hingga Kamis (10/9/2026) pagi korban tak kunjung ditemukan sehingga kejadian ini dilaporkan kepada petugas.
"Pencarian korban laka laut sampan fiber pecah di perairan Pulukan dilakukan hari ini, karena laporan baru kami terima siang hari tadi. Kita lakukan penyisiran di laut dan sepanjang pesisir pantai," ungkap Kasat Polairud Polres Jembrana AKP I Putu Suparta saat dikonfirmasi NadiKabar.
Suparta menjelaskan sebanyak 13 personel gabungan dikerahkan dalam upaya pencarian tersebut. Tim terdiri dari 5 personel Satpolairud Polres Jembrana, 2 personel Basarnas Jembrana, 3 personel TNI AL Pengambengan, dan 3 personel Satbrimob Gilimanuk.
Selain pengerahan tim darat, sekitar pukul 13.05 Wita, sebanyak 4 personel Basarnas turut memberangkatkan 1 unit kapal RIB (Rigid Inflatable Boat) dari Gilimanuk menuju lokasi perairan Pulukan untuk memperluas jangkauan penyisiran di laut.