NADIKABAR.COM — Sebanyak 481 siswa diduga keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Dramaga, Bogor, Jawa Barat (Jabar). Sampel makanan yang dikonsumsi siswa diuji laboratorium.

"Tentunya pada saat kita bicara keracunan makanan atau minuman, Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor, bersama Polres Bogor, sudah mengambil sampel makanan dan minuman untuk dibawa ke Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Bogor. Nanti hasil uji laboratoriumnya akan disampaikan kepada publik," kata Bupati Bogor Rudy Susmanto, Selasa (27/10/2026).

Rudy mengapresiasi kolabirasi bersama Polri dan TNI yang sigap menangani peristiwa tersebut. Rudy memastikan semua korban mendapat pelayanan kesehatan yang baik.

"Kalau untuk menu makanan (disantap siswa), nanti mungkin dari Dapur SPPG atau Korwil SPPG yang akan menyampaikan secara langsung. Tugas kami Pemerintah Kabupaten Bogor berfokus kepada pemberian layanan kesehatan, kepada siswa-siswi dan guru," kata Rudy.

Kapolres Bogor AKBP Arfan Zulkan mengatakan, masih menunggu hasil uji laboratorium sampel makanan yang dikomsumsi siswa sebelum alami gejala keracunan. Arfan akan berkoordinasi dengan Pemkab Bogor terkait langkah yang diambil, jika hasil uji laboratorium keluar.

"Jadi untuk yang tadi disampaikan oleh Bapak Bupati, untuk sampel juga sudah dikirim ke laboratorium daerah Bogor dan kita menunggu hasil dari sana. Dan kami juga berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor, di mana terkait dengan hasil lab nanti. kami akan diskusi seperti apa tindak lanjutnya," kata Arfan.

Sebelumnya, Bupati Bogor Rudy Susmanto mengeluarkan kebijakan sistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) untuk siswa SMP Negeri Dramaga usai 481 siswa diduga keracunan menu MBG. PJJ berlaku selama dua hari di SMP Negeri 1,2 dan 3 Dramaga.

"Kita koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, maka dua hari ke depan akan diberlakukan pendidikan jarak jauh," kata Rudy usai mengunjungi siswa diduga keracunan di Puskesmas Cangkurawok, Selasa (27/10).

Rudy menyebut, PJJ diberlakukan agar psikologis siswa terjaga dan tetap bisa belajar dengan baik. Pengawasan tetap dilakukan terhadap siswa selama PJJ diberlakukan.

"Jadi sehingga dua hari ke depan, supaya secara psikologis juga siswa-siswi dapat beristirahat, lalu siswa-siswi juga tenang, dan juga sekaligus kita menunggu hasil laboratorium keluar," kata Rudy.