Pengecekan SPPG Mangunan dan pengambilan sampel MBG, lanjut dr Hexawan, dikerjakan setelah pihaknya menuntaskan penanganan terhadap para korban. Saat ini, tinggal 7 siswa SMPN 1 Kabuh yang diopname di Puskesmas Kabuh.

"Jadi setelah evakuasi untuk pasiennya, kita melakukan tindakan, yang menjadi acuan kita adalah pasiennya dulu. Jadi pasiennya ditangani dulu, sudah ter-cover semuanya, baru kita tunjuk tadi cek ke SPPG," terangnya.

Sebelumnya, keracunan massal ini baru terbongkar pagi tadi. Sebab banyak siswa SMPN 1 Kabuh yang mengalami diare di tengah jam pelajaran. Sedikitnya 81 siswa dilarikan ke 3 puskesmas dan klinik untuk menjalani pengobatan.