"Dari situ kemudian saya memahami bahwa orang yang autodidak kayak saya di Jakarta, apalagi di daerah, itu banyak sekali. Karena sekolah mode di luar maupun sekolah mode di sini itu enggak murah," katanya.

Oleh karena itu, Samuel berharap kehadiran buku sejarah perjalanan perancang busana Indonesia nantinya bisa menjadi inspirasi dan rujukan bagi para pelajar maupun peminat fesyen.