NADIKABAR.COM — Pengusaha dan investor Sandiaga Salahuddin Uno mendorong pelaku industri asuransi untuk terus berinovasi dalam strategi pemasaran guna menghadapi tantangan penjualan dan memperluas penetrasi pasar.

Sandiaga menyoroti pendapatan premi asuransi komersial sepanjang 2025 yang mencapai Rp331 triliun, tetapi turun 1,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan perlunya strategi pemasaran yang lebih adaptif agar pelaku industri mampu menjangkau pasar secara lebih efektif.

"Tantangannya bukan hanya menjual polis. Kuncinya adalah penjualan (selling), dan itu juga yang saya lakukan sebagai investor," ujar Sandiaga dalam pemaparannya pada acara Ulang Tahun ke-10 Perkumpulan Agen Asuransi Indonesia (PAAI), di Jakarta, Selasa.

Dia menjelaskan, proses penjualan memiliki kesamaan dengan kegiatan investasi, terutama dalam menyaring peluang dan menentukan prospek yang layak ditindaklanjuti.