NADIKABAR.COM — penerbangan dari Iran menuju ibu kota Irak dan Oman dibatalkan mulai Selasa (22/9) tengah malam, sebagai imbas sanksi terbaru Amerika Serikat (AS). Washington sebelum mengumumkan bahwa semua maskapai Iran dilarang beroperasi mulai 23 September.
Dalam pengakuan pertama mengenai gangguan penerbangan imbas langkah AS, seperti dilansir AFP, Rabu (23/9/2026), media pemerintah Iran melaporkan pada Selasa (22/9) malam bahwa penerbangan menuju ibu kota Irak dan Oman dibatalkan, sedangkan rute-rute lainnya tidak terdampak.
Langkah terbaru AS yang diumumkan Menteri Keuangan Scott Bessent pada Senin (21/9) itu menyusul sanksi penerbangan yang sebelumnya diberlakukan. Bessent juga memperingatkan akan adanya "konsekuensi berat" bagi negara-negara yang menjadi fasilitator Iran.
Belum jelas apa dampak keseluruhannya, mengingat sektor penerbangan Iran telah menjadi target berbagai sanksi selama bertahun-tahun.
Kantor berita Iran, Tasnim News Agency, dengan mengutip juru bicara penerbangan sipil, melaporkan bahwa "bandara Baghdad dan Muscat tidak akan lagi menerima penerbangan dari Iran" mulai Rabu (23/9) waktu setempat.
"Penerbangan-penerbangan internasional lainnya, termasuk tujuan Istanbul, akan beroperasi sesuai jadwal dan seperti biasa, dan saat ini tidak ada masalah dengan penerbangan-penerbangan tersebut," demikian dilaporkan Tasnim News Agency.