NADIKABAR.COM — Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta KH Samsul Ma'arif mengatakan santri berpotensi menjadi pemimpin pada masa mendatang, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Saya punya keyakinan, 20 tahun yang akan datang, para santri ini akan menjadi pemimpin di masa mendatang,” kata KH Samsul Ma’arif dalam apel peringatan Hari Santri Nasional di Jakarta, Kamis.
Dia pun menekankan pentingnya membangun kolaborasi berkelanjutan antara santri, ulama, dan pemerintah.
“Terutama dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keagamaan dan nasihat para alim ulama,” ujar Samsul.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Utara KH Agus Muslim mengatakan peringatan Hari Santri Nasional 2026 merupakan pengingat bahwa perjuangan santri tidak berhenti pada catatan sejarah.
Semangat tersebut, kata dia, perlu diteruskan melalui ilmu, akhlak, kepedulian, dan karya nyata yang membawa manfaat bagi sesama.
Dari pesantren hingga ruang-ruang pembangunan, santri diharapkan terus mengambil bagian dalam merawat persatuan, menjaga kerukunan, dan menguatkan bangsa.
“Dengan semangat berkhidmat untuk agama, bangsa, dan negara, santri menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju Indonesia Emas,” tutur Agus.
Sebelumnya, ribuan santri mengikuti apel peringatan Hari Santri Nasional di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Kamis, yang merupakan momentum untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri, sekaligus meneguhkan peran generasi santri dalam membangun masa depan Indonesia.
“Hari Santri Nasional merupakan momentum penting untuk mengenang jasa para ulama dan santri dalam memperjuangkan kemerdekaan sekaligus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” kata Wakil Wali Kota Jakarta Utara Fredy Kurniawan di Jakarta, Kamis.
Dia mengatakan cinta tanah air, menjaga persaudaraan, serta mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat merupakan tanggung jawab bersama.
Menurut dia, dengan semakin kompleksnya tantangan bangsa ke depan seiring perkembangan teknologi digital, perubahan sosial, dan derasnya arus informasi, santri perlu membekali diri dengan ilmu pengetahuan, teknologi, keterampilan, serta karakter dan akhlak yang kuat sehingga mampu menjawab tantangan zaman.