Sashenka akhirnya mencetak waza-ari ketika pertandingan menyisakan satu menit 20 detik. Keunggulan tersebut mampu dipertahankan hingga laga berakhir untuk memastikan medali perunggu bagi Indonesia.

Sashenka mengaku sempat mengalami tekanan setelah menelan kekalahan pada pertandingan pertama. Namun, ia berusaha menenangkan diri dan kembali fokus menghadapi pertandingan selanjutnya.

"Awalnya saya percaya bisa menang. Mungkin memang takdir Allah belum ke sana, dan saya sempat kecolongan dari Korea. Setelah itu, saya berusaha menenangkan diri lagi saat bertanding melawan Lebanon," ujar Sashenka.

Ia mengatakan berusaha tampil lebih rileks dan menikmati pertandingan ketika kembali berhadapan dengan judoka Korea Selatan.

"Ketika masuk repechage round of 4, saya berpikir untuk bermain dengan enjoy dan rileks, serta berjuang semaksimal mungkin. Alhamdulillah, saya bisa menang melawan Korea," tuturnya.

Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia Ita Yuliati mengaku bangga atas perjuangan Sashenka yang berhasil mempersembahkan medali pertama bagi kontingen Indonesia.

"Alhamdulillah, medali pertama akhirnya hadir untuk Tim Indonesia. Saya sangat bangga dengan perjuangan Sashenka. Di usia yang masih sangat muda, dia mampu menunjukkan keberanian, disiplin, dan mental bertanding yang luar biasa," ujar Ita.