NADIKABAR.COM — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera menggelar inspeksi tanggul sungai terdampak banjir susulan di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh.

Tito, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu, menjelaskan bencana susulan seperti banjir menjadi hambatan terhadap upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera. Sejumlah infrastruktur seperti jembatan dan jalan yang sudah diperbaiki turut terdampak. Bahkan sejumlah permukiman yang sudah dibersihkan kini kembali berlumpur.

"Di daerah Aceh, Sumatera Utara bagian barat, selain bagian timur, Sumatera Barat, itu curah hujan masih tinggi terus. Bahkan di musim kemarau kemarin tetap juga tinggi, sehingga mengakibatkan banjir lagi, banjir lagi," kata Tito.

Hal itu disampaikan usai inspeksi di Desa Alue Keutapang Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Selasa (3/11). Inspeksi digelar untuk melihat langsung kondisi di lapangan dan memetakan upaya penanganan yang perlu dilakukan.

Salah satu lokasi yang ditinjau tersebut yaitu tanggul Sungai Krueng Meureudu di Desa Dayah Usen. Tito bersama rombongan menyusuri tanggul tersebut dan berdialog langsung dengan Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera I Asyari. Selain itu, Tito juga mendatangi tanggul Sungai Alue Keutapang yang juga terdampak banjir susulan. Ia juga sempat meninjau lahan sawah rusak berat yang kini telah ditanami jagung di Desa Beuringen.