Ketiga, pesantren adaptif dan mandiri dalam penguasaan teknologi serta kemandirian ekonomi. Santri dewasa ini dituntut untuk tidak hanya mahir dalam ilmu agama, tetapi penguasaan teknologi menjadi sebuah keniscayaan untuk menjawab tantangan zaman.
βKeempat, Santri 5.0, untuk santri yang ahli ilmu agama dan terampil. Serta yang kelima, dakwah digital, yakni dakwah pesantren hadir secara kreatif dan relevan di ruang digital,β ujar Menag.
Dalam momentum Hari Santri Nasional 2026, Nasaruddin menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh santri dan mengajak mereka untuk terus meningkatkan prestasi serta berbangga terhadap kontribusi pesantren bagi Indonesia.
Ia mengimbau para orang tua agar tidak ragu memilih pesantren sebagai tempat pendidikan anak, dengan tetap memperhatikan kualitas lembaga, sistem pengasuhan, dan jaminan perlindungan bagi santri.