"Rencananya besok hari Selasa diterbangkan dari Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin menuju Bandara Juanda Surabaya. Dari Bandara Surabaya langsung menuju ke Ngantang dulu, ke kediaman," jelasnya.

Setelah disemayamkan di rumah duka di Ngantang, pihak keluarga berencana memakamkan jenazah di kampung halamannya di Blitar.

"Setelah itu, untuk pemakaman di Pemakaman Umum Desa Krisik di Blitar, Kecamatan Gandusari," tambah Iqbal.

Berdasarkan informasi yang dihimpun kepolisian, korban sehari-hari bekerja sebagai kernet truk yang ikut pemilik armada di Desa Krisik, Blitar. Meskipun dibesarkan di Blitar, korban menetapkan tempat tinggalnya bersama keluarga di Ngantang.