Tim SKW II Pangkalan Bun BKSDA Kalteng bersama OFI tiba sekitar pukul 18.30 WIB. Proses penyelamatan berlangsung dengan tantangan tersendiri. Akses menuju titik keberadaan orangutan cukup sulit karena sebagian besar jalan telah terbakar, sementara kondisi lahan gambut dan sisa pepohonan yang setengah terbakar menghambat pergerakan tim.
Evakuasi juga dilakukan pada malam hari dengan penerangan terbatas. Petugas hanya mengandalkan senter portabel, sedangkan perjalanan menuju lokasi harus menggunakan kendaraan roda dua sebelum dilanjutkan dengan berjalan kaki.
Kendati begitu, upaya penyelamatan satwa tersebut sukses dilaksanakan. Seluruh proses evakuasi sampai dengan pemeriksaan kesehatan serta fisik satwa tersebut berlangsung dari pukul 19:00 WIB sampai 20:00 WIB.
Muriansyah juga menyampaikan, tim tidak menemukan sarang orangutan di sekitar lokasi. Karena itu, pihaknya menduga satwa tersebut sedang melintas untuk mencari makan sebelum keberadaannya diketahui warga dan membuatnya naik ke pohon.
βSeperti yang sebelumnya, orangutan saat terdesak kebakaran akan berpindah ke tempat yang lebih baik. Kami menduga kuat orangutan tadi mencari makan dan terlihat oleh warga, kemudian dilaporkan kepada petugas BKSDA,β ujarnya.
Dokter hewan Ichlasul Khaerul menerangkan secara umum kondisi orangutan tersebut dalam keadaan sehat.