"Setelah melakukan pemeriksaan fisik, kami tidak menemukan adanya patah tulang, luka, ataupun peluru di tubuh orangutan tersebut,โ€ terang Ichlasul.

Pemeriksaan awal juga tidak menunjukkan gejala yang mengarah pada infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Berdasarkan pemeriksaan menggunakan stetoskop, suara paru-paru orangutan masih tergolong baik. Aktivitasnya sebelum pembiusan juga menunjukkan satwa tersebut masih bergerak aktif.

Kendati begitu, dokter hewan tersebut menduga orangutan mengalami kekurangan asupan makanan jika melihat kondisi lapangan yang minim sumber pakan dan lingkar perutnya.

Walaupun, berat badan 28 kilogram dinilai masih ideal untuk orangutan betina, tetapi pemeriksaan lanjutan tetap diperlukan untuk memastikan kondisi kesehatannya.

โ€œUntuk pemeriksaan lanjutan, kami akan memeriksa sampel darah di laboratorium. Kami juga akan melihat kondisinya setelah sadar dari pembiusan, apakah ada efek lain yang sebelumnya tidak ditemukan saat pemeriksaan di lapangan,โ€ terangnya.

Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi bahan koordinasi dengan BKSDA untuk menentukan langkah berikutnya, termasuk rencana pemindahan atau translokasi Ira ke lokasi yang sesuai.