NADIKABAR.COM — Kementerian Kesehatan berhasil meraih dua penghargaan, yakni IN-Apps Digital Award 2026 di tingkat nasional dan Digital@UNGA Awards 2026 di tingkat global, atas ekosistem SATUSEHAT yang telah mendukung Cek Kesehatan Gratis serta mengintegrasikan 42.337 fasilitas kesehatan.

“Penghargaan ini menjadi apresiasi atas upaya yang telah dilakukan Kemenkes RI melalui SATUSEHAT Mobile dalam mendukung pelaksanaan program CKG. Capaian ini juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan inovasi digital yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat” ujar Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemenkes Eko Sulistijo di Jakarta, Jumat.

SATUSEHAT Mobile terpilih sebagai pemenang kategori Aplikasi Pendukung Program Prioritas Nasional dalam IN-Apps Digital Awards 2026, atas perannya dalam mendukung program prioritas nasional, khususnya Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Melalui SATUSEHAT Mobile, kata Eko, masyarakat dapat mengakses rangkaian layanan CKG, mulai dari pendaftaran, pemilihan jadwal dan lokasi pemeriksaan, skrining mandiri, hingga memperoleh rapor hasil pemeriksaan.

Hingga 31 Juli 2026, program CKG telah menjangkau 73,8 juta penduduk, terdiri atas 62,7 juta peserta yang menjalani skrining di puskesmas dan komunitas serta 11,1 juta anak melalui CKG Sekolah.

"Per 31 Juli 2026, sebanyak 42.337 fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di Indonesia telah terintegrasi dengan SATUSEHAT untuk mendukung interoperabilitas data Rekam Medis Elektronik (RME)," kata Eko.

Selain itu, katanya, SATUSEHAT Platform meraih posisi runner-up pada kategori Digital Government dalam Digital@UNGA Awards 2026. SATUSEHAT Platform menjadi satu-satunya finalis dari Indonesia dalam kompetisi yang diikuti sekitar 1.500 inovasi dari 146 negara.

Penghargaan diterima langsung oleh Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kemenkes Prof. Asnawi Abdullah, di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Senin (21/09).

Menurut Eko, capaian tersebut sejalan dengan perkembangan SATUSEHAT Platform sebagai sistem informasi kesehatan nasional.

“Pengakuan di ajang penghargaan internasional ini semakin menguatkan komitmen kami untuk terus memperkuat transformasi digital dan integrasi data kesehatan melalui SATUSEHAT,” tambah Eko.

Dua penghargaan tersebut, lanjut Eko, semakin menguatkan langkah Kemenkes untuk terus melanjutkan perjalanan menuju ekosistem kesehatan digital yang semakin kuat, tangguh, dan inklusif.

Hal itu dilakukan untuk memastikan pemanfaatan teknologi dan data kesehatan dapat mendukung layanan kesehatan yang semakin terintegrasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di seluruh Indonesia.