Pengumuman ini muncul sehari setelah koalisi pimpinan Saudi yang memerangi kelompok Houthi di Yaman menyatakan telah mencegat pesawat nirawak (drone) dan rudal balistik yang menargetkan kerajaan tersebut.

Serangan-serangan itu merupakan yang terbaru dalam serangkaian eskalasi serangan Houthi sejak bulan Juli. Permusuhan kembali berkobar mematahkan gencatan senjata yang telah berlangsung bertahun-tahun dan menyeret Yaman ke dalam konflik Timur Tengah yang lebih luas.

Dewan Keamanan PBB sebelumnya telah mengecam eskalasi serangan terhadap Arab Saudi oleh milisi Houthi, seraya mencatat bahwa serangan-serangan tersebut telah melukai "warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak".