NADIKABAR.COM — Arab Saudi terus meningkatkan layanan haji dan umrahnya. Kini, transformasi layanan tersebut melibatkan banyak inovator, entrepreneur serta perusahaan rintisan (startup).

Dilansir dari situs Ajel.sa, setidaknya lebih dari 761 ribu inovator serta pengusaha tercatat memperoleh manfaat dari Innovation and Entrepreneurship Program yang dikembangkan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Program ini jadi wadah pengembangan serta pengujian berbagai produk hingga solusi inovatif dalam ekosistem haji dan umrah.

Tak hanya mendorong lahirnya ide baru, program itu juga bertujuan membantu perusahaan startup menguji proyeknya dan mempertemukan solusi yang dikembangkan dengan kebutuhan penyedia layanan. Lewat skema tersebut, ide-ide yang menjanjikan didorong berkembang menjadi produk yang bisa diterapkan.

Sebagai informasi, program tersebut juga sejalan dengan target Visi Saudi 2030 dan Pilgrim Experience Program. Program dijalankan lewat dua jalur utama, yaitu Development and Innovation serta Startups.

Pada jalur Development and Innovation, fokusnya berada pada uji coba berbagai inisiatif dan produk inovatif. Lewat jalur itu, solusi dikembangkan untuk menjawab kebutuhan dalam ekosistem pelayanan haji dan umrah.

Adapun, jalur Startups diarahkan untuk menggali solusi kewirausahaan sekaligus menghubungkan perusahaan startup dengan penyedia layanan. Nantinya, perusahaan itu juga berpeluang membangun kolaborasi serta kemitraan investasi yang bisa mendukung pertumbuhan bisnis sekaligus pengembangan layanan bagi jemaah.

Pendekatan itu mempertemukan kebutuhan operasional penyedia layanan dengan inovasi yang dikembangkan para entrepreneur dan perusahaan startup.

Beberapa inovasi juga sudah diuji secara langsung dalam lingkungan operasional selama musim haji 1447 H/2026 M. Teknologi yang diuji itu tim redaksi lain unit bergerak (mobile units), kendaraan golf pintar (smart golf cart), kabin pintar (smart cabin), hingga kursi pintar (smart chair).

Tak hanya teknologi, pengujian juga mencakup solusi berbasis digital. Misalnya platform digital Amanatak dan inovasi My Journey Stories.

Inovasi-inovasi itu mencakup layanan lapangan, mobilitas pintar, layanan mandiri serta solusi digital yang seluruhnya diarahkan untuk memperkaya pengalaman jemaah. Pengujian langsung dalam lingkungan operasional jadi bagian penting dari program agar produk dan solusi yang dikembangkan bisa divalidasi sebelum penerapannya diperluas.

Hingga kini, lebih dari 761 ribu inovator serta pengusaha mendapatkan manfaat dari program tersebut. Lebih dari 145 kesepakatan juga sudah ditandatangani lewat dua jalur program.

Sementara itu, 522 evaluasi sudah dilakukan lewat kunjungan lapangan maupun virtual. Keterlibatan perusahaan startup juga kian besar. Pada musim haji terakhir, setidaknya ada 84 startup berpartisipasi dalam program tersebut.

Hal tersebut mencerminkan kian luasnya ruang kolaborasi dalam mengembangkan dan menguji solusi inovatif untuk pelayanan haji dan umrah.

Salah satu fokus dari Kementerian Haji dan Umrah Saudi untuk memperkuat budaya inovasi dan kewirausahaan pada ekosistem haji dan umrah adalah mendorong adopsi solusi praktis sekaligus memberi ruang bagi inovator dan perusahaan startup mengembangkan serta menguji ide yang mereka miliki.

Kerja sama dengan penyedia layanan juga terus diperkuat agar inovasi bisa terhubung dengan kebutuhan pelayanan jemaah. Lewat pendekatan ini, inovasi dan kewirausahaan ditempatkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkaya pengalaman jemaah haji serta umrah.