NADIKABAR.COM — (BUSINESS WIRE)-- Saudi Fund for Development (SFD) telah menandatangani enam perjanjian pinjaman pembangunan lunak senilai lebih dari 403 juta USD dengan Republik Arab Suriah. Langkah ini menandai adanya upaya penting dalam mendukung pemulihan negara tersebut melalui rehabilitasi infrastruktur esensial, pemulihan layanan publik vital, serta peningkatan taraf hidup masyarakat yang terdampak konflik selama bertahun-tahun.
Perjanjian-perjanjian yang ditandatangani berdasarkan arahan Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud serta Yang Mulia Putra Mahkota dan Perdana Menteri, Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud, menunjukkan komitmen berkelanjutan Kerajaan Arab Saudi dalam mendukung prioritas pembangunan Suriah. Upacara penandatanganannya disaksikan oleh Yang Mulia Putra Mahkota dan Presiden Suriah, Ahmed Al-Sharaa, dengan CEO SFD, Sultan bin Abdulrahman Al-Marshad, serta Menteri Keuangan Suriah, Mohammed Yusr Barniyeh yang menandatangani perjanjian tersebut mewakili masing-masing lembaga.
Dengan mencakup enam bidang pembangunan, pendanaan ini akan menjawab berbagai kebutuhan mendesak sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat dan lembaga publik di seluruh wilayah Suriah.
Pinjaman sebesar 90 juta USD akan digunakan untuk merehabilitasi unit-unit pembangkit di Pembangkit Listrik Tenaga Termal Aleppo, yang membantu memulihkan pasokan listrik yang andal bagi sekitar 5 juta orang serta mendukung berbagai kegiatan ekonomi; sementara itu, sebuah proyek air senilai 30 juta USD akan mencakup pemasangan 300.000 meteran pintar untuk meningkatkan efisiensi layanan air bagi sekitar 1,5 juta orang.