Dinding masjid juga membentang sepanjang 16 meter dari utara ke selatan dan 10 meter dari timur ke barat. Ada juga beberapa ruangan batu yang saling terhubung dan diyakini berfungsi untuk kegiatan sosial dan komersial. Ruangan batu itu meliputi area penyimpanan, bak penampungan, dan elemen penopang struktur yang mencerminkan teknik bangunan setempat.
Tak sampai di situ, para arkeolog juga menemukan berbagai artefak, termasuk pecahan batu sabun (soapstone) dan wadah tembikar, serta peralatan batu, alu dan potongan batu penggiling. Temuan-temuan ini memberi gambaran terkait kehidupan sehari-hari dan keterampilan penduduk pemukiman tersebut.
Al Maallamah adalah salah satu situs arkeologi terpenting di Baha dan secara historis berkaitan dengan kegiatan penambangan bijih emas, perak dan tembaga. Analisis laboratorium terhadap sampel organik yang dikumpulkan selama musim penggalian sebelumnya menunjukkan aktivitas pertambangan di situs tersebut telah berlangsung sejak masa pra-Islam dan berkembang pesat tim redaksi akhir abad ke-6 hingga abad ke-9 Masehi.