Lebih lanjut, SBY juga membahas pemimpin yang tak kenal sejarah. Menurutnya, pemimpin semacam itu akan cenderung mengulangi kesalahan di masa lalu.

"Pemimpin yang tidak mengenal sejarah tends to repeat the mistake of history, sehingga siapapun, pemimpin manapun, pahami sejarah," ujar dia.

"Kalau saya rangkum 1 kata saja atau beberapa kata saja why nations suceed? And why nations fail? Itu ditentukan institusi dan tata kelola negara, saya tak mau elaborasi, mari kita renungkan," lanjut dia.

SBY kemudian menegaskan bahwa Indonesia harus mampu menjalani transformasi besar untuk mewujudkan cita-cita menjadi negara maju. Dia mengingatkan Indonesia Emas 2045 tak akan terwujud jika bangsa ini gagal melakukan perubahan mendasar.

"Indonesia bukan nation in waiting, bukan hanya nation on the move, tetapi bangsa yang menjalankan great transformations. Kalau kita gagal bertransformasi, Indonesia Emas 2045 itu ilusi," pungkas dia.