"Dua tahun yang lalu barangkali farewell saya dengan beliau, kami sama-sama diundang untuk menyumbangkan lukisan-lukisan kami dalam pameran lukisan yang diselenggarakan oleh Kompas. Kalau tidak salah Mas Guruh menyumbangkan dua lukisannya, saya juga sama, dan corak ataupun aliran dari lukisan kebetulan mirip," tutur SBY.
"Beliau seorang realis dengan karyanya yang luar biasa, saya juga belajar menjadi realis impresionis. Di situlah kami dengan santai berbincang-bincang kembali dengan Mas Guruh," sambung dia.
Bagi SBY, Guruh adalah sosok anak bangsa yang mendedikasikan hidupnya untuk rakyat. Dedikasi itu diperlihatkan lewat karya pagelaran Swara Maharddhika hingga lagu-lagunya.
"Semua tahu bahwa kecintaan Mas Guruh kepada Indonesia tercinta diekspresikan dalam karya seninya. Apakah lagu, apakah pagelaran seni dengan suara Mahardika yang sangat terkenal, dan lagu-lagu beliau, juga lukisan-lukisan beliau," ungkap SBY.
"Di samping itu, beliau juga menjadi wakil rakyat, anggota parlemen, yang dengan setia, tenang, sabar, mendengarkan percakapan yang ada di negara ini. Sungguh peran yang tidak boleh kita lupakan," tambahnya.