NADIKABAR.COM — Kegemaran menulis cerita ternyata sudah tumbuh jauh sebelum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi tentara dan Presiden Republik Indonesia. Sejak kelas lima sekolah dasar, ia aktif menulis cerita pendek dalam bahasa Jawa dan bahasa Indonesia. Puluhan tahun kemudian, kegemaran tersebut menemukan ruang baru melalui perilisan novel Diana Memang Manja.
Dalam peluncuran novel di Cikeas pada Kamis (29/10) malam, Presiden ke-6 RI itu mengajak hadirin menengok sisi kehidupannya yang erat dengan seni. Melalui dialog bersama Gita Wirjawan, SBY bercerita tentang perjalanan kembali pada dunia yang dicintainya sejak masa kecil.
"Kembalinya seniman setelah mengembara ke mana-mana," ujar SBY pada keterangan tertulisnya, Sabtu (31/10/2026).
Bagi SBY, menulis novel merupakan kelanjutan dari kebiasaan bercerita yang telah lama ia asah.Setelah sebelumnya menekuni seni lukis, musik, dan puisi, ia akhirnya menemukan ruang untuk mempertemukan pengalaman kreatif tersebut dalam sebuah cerita panjang.