NADIKABAR.COM — Kondisi bangunan SDN 4 Maroangin di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel) selama 30 tahun terakhir mengalami kerusakan parah di hampir semua bangunan. Siswa dan guru ketakutan saat proses pembelajaran karena keselamatannya terancam.

"Bangunannya memang sudah puluhan tahun, jadi sudah rapuh. Apalagi kalau hujan, bangunan yang dari bahan kayu itu sebagian besar sudah roboh, plafon sudah bolong semua," kata Kepala SDN 4 Maroangin, Rusniati saat dikonfirmasi NadiKabar, Selasa (2/9/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut semakin diperparah setelah wilayah sekolah diterjang angin kencang. Namun, kerusakan bangunan sebenarnya telah berlangsung selama lebih dari tiga dekade.

"Hampir 30 tahun tidak pernah tersentuh renovasi padahal kondisinya sudah membahayakan warga sekolah, utamanya siswa" ungkapnya.

Rusniati mengatakan, dari total bangunan sekolah, terdapat empat ruang kelas yang kini tidak ditempati untuk kegiatan belajar mengajar karena dinilai membahayakan keselamatan siswa.

Untuk menyiasati keterbatasan ruang, pihak sekolah terpaksa menggunakan sejumlah ruangan lain sebagai tempat belajar. Di antaranya ruang guru, ruang salat, dan ruang teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

"Ada 4 ruangan kelas yang sudah tidak terpakai karena tidak layak. Jadi siswa terpaksa belajar memakai ruang guru, ruang salat dan ruang TIK," ujarnya.