Harlin juga berharap dukungan sponsor terhadap kejuaraan ini dapat membantu mendorong kemajuan industri olahraga akuatik nasional sekaligus mendukung pembinaan atlet Indonesia agar mampu bersaing di panggung dunia.

Sementara itu, Ketua Panitia 3rd SEAA Masters Swimming Championships 2026, Anita Sapardjiman, mengaku terkejut sekaligus mengapresiasi tingginya minat peserta yang melampaui target awal.

"Kalau kita lihat renang masters se-Asia Tenggara pertama tahun 2019 di Indonesia, pesertanya 344. Sekarang, saat kembali digelar di Indonesia, jumlahnya menembus hampir 600 perenang masters. Jadi, terima kasih sekali untuk dukungan dari para atlet renang masters yang begitu luar biasa," ujar Anita.

Ia berharap ke depan semakin banyak perenang yang berusia lebih muda dapat mengikuti kompetisi masters. Dengan demikian, atlet yang telah menyelesaikan persaingan di kelompok umur memiliki kesempatan untuk melanjutkan aktivitas kompetitif tanpa jeda terlalu panjang.

Keberagaman usia menjadi salah satu daya tarik utama kejuaraan ini. Ajang tersebut bukan hanya menjadi arena mengejar prestasi, tetapi juga menunjukkan bahwa renang dapat dilakukan secara aktif dan kompetitif lintas generasi.

Peserta termuda putra adalah Ryeza Aaron Naipospos dari klub renang IMS, yang lahir pada 23 Oktober 2001 dan berusia 25 tahun saat kejuaraan berlangsung. Sementara itu, peserta termuda putri adalah Azka Fitri Humaira dari Teman Renang Indonesia, kelahiran 18 Desember 2001, yang juga berusia 25 tahun.