NADIKABAR.COM — Pembalap Indonesia Sean Gelael bersama dengan team WRT 32 masih kesulitan mencari formula mobil terbaik jelang FIA World Endurance Championship 6 Hours of Fuji setelah menjalani sesi latihan bebas 1 dan latihan bebas 2 pada Jumat.

"Tim sedang menyiasati tingkat degradasi ban yang agak tinggi, terutama dalam persiapan menatap lomba. Dan mereka juga masih mencari formula agar mobil mampu mendapatkan waktu terbaik dalam satu lap untuk kualifikasi besok," ujar Sean dalam keterangan resmi, Jumat.

Di FP1, Sean dan kawan-kawan tampil cukup menjanjikan karena bisa menempati posisi ketujuh.

Pada FP1, Augusto Farfus langsung bertugas dan membuat catatan 1:40.617 dari usahanya mencari performa maksimal tim sejak awal. Setelah itu Darren Leung dan Sean Gelael menjalankan program berbeda, lebih fokus ke long run.

Sementara itu d FP2, Farfus masih jadi pembalap pertama yang bertugas di FP2, tapi justru waktu terbaik WRT 32 dibuat oleh Leung dengan 1:40.763 dan ada di P14. Tentu ini memang program agar Leung bisa maksimal ketika besok ikut babak kualifikasi, dengan harapan kembali bisa meloloskan tim ke sesi Hyperpole.

Team WRT 32 mengalami hal kontras pada dua sesi latihan 6 Hours of Fuji sepanjang Jumat (25/9). Free Practice 1 (FP1) menjanjikan karena bisa P7, tapi FP2 dilewati dengan kondisi belum ditemukannya solusi setelan mobil.

Sean mengatakan bahwa saat ini tim masih belum puas dan ingin memaksimalkan latihan terakhir (FP3) besok untuk mengoptimalkan kemampuan mobil.