Ia mengatakan, capaian itu mencerminkan dedikasi, keahlian teknis dan komitmen seluruh tim, serta kolaborasi yang kuat dengan Pemerintah Indonesia dan para mitra proyek.
"Keberhasilan menuntaskan proyek pengembangan lepas pantai laut dalam yang kompleks secara aman dan tepat waktu membuktikan apa yang dapat dicapai melalui tujuan bersama dan eksekusi yang unggul. Capaian ini memperkuat komitmen kami untuk mengembangkan sumber daya gas Indonesia secara bertanggung jawab, efisien dan berkelanjutan," ujar Mirko.
Lapangan Maha terletak di lepas pantai, sekitar 100 kilometer dari Balikpapan, dan 12 kilometer di sebelah tenggara Floating Production Unit (FPU) Jangkrik. Keberhasilan pencapaian gas perdana itu menjadi tonggak penting dalam pengembangan sumber daya gas laut dalam Indonesia, sekaligus semakin memperkuat kontribusi Searah dalam memenuhi kebutuhan energi nasional.
Gas perdana dicapai pada 30 Oktober 2026, menyusul rampungnya instalasi fasilitas bawah laut pada awal 2026. Proyek Pengembangan Lapangan Maha terdiri atas dua sumur produksi bawah laut yang terhubung ke fasilitas produksi Jangkrik melalui pipa fleksibel dan umbilical sepanjang sekitar 12 kilometer.