NADIKABAR.COM — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat mencatat sekitar 30 hektare lahan pertanian berupa cabai, sayur-sayuran dan lainnya terendam banjir dampak curah hujan cukup tinggi melanda daerah itu, Minggu siang.

"Seluas 30 hektare lahan tersebut tersebar di tiga jorong (kampung), Nagari Padang Laweh, Kecamatan Sungai Pua," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam Abdul Ghafur di Lubuk Basung, Minggu.

Ia mengatakan, banjir merusak lahan pertanian sekitar 30 hektare tersebar di Jorong Kubu, Jorong Batu Gadang dan Jorong Talao.

Banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan tersumbatnya gorong-gorong oleh material lumpur dan sampah pada Minggu (1/11) sekitar pukul 13.05 WIB.

Dengan kondisi itu, aliran air tidak dapat mengalir dengan lancar dan meluap ke badan jalan, area permukiman warga, serta lahan pertanian.

Luapan air juga menggenangi badan jalan yang menyebabkan jalan penghubung Jorong Batu Gadang dan Jorong Kubu rusak.

"Banjir menggenangi tiga unit rumah warga dan tidak ada korban jiwa akibat kejadian itu," kata dia.

Ia menambahkan BPBD Agam melakukan upaya dengan cara berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan nagari.

Lalu melakukan asessment dan pendataan dampak dari banjir tersebut.

Setelah itu pemerintah nagari, kelompok siaga bencana (KSB) dan masyarakat melakukan pembersihan dengan cara gotong royong pada gorong-gorong yang tersumbat.

"Gorong-gorong telah dibersihkan oleh masyarakat, sehingga aliran air kembali lancar dan luapan air telah surut. Untuk pembersihan sisa material lumpur yang terdapat di badan jalan, pemerintah nagari telah berkoordinasi dengan Damkar Agam," katanya.