NADIKABAR.COM — Sebanyak 42 emiten skala Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang mencatatkan saham di Papan Akselerasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) disebut berhasil menghimpun dana mencapai Rp2 triliun melalui aksi Initial Public Offering (IPO).

Data itu disampaikan oleh Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Bagus Rachman yang menyebut mendapatkan laporan dari Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik di Gedung BEI, Jakarta, Senin.

"Tadi sampaikan Pak Dirut (Jeffrey Hendrik), sudah ada satu dari 43 (UKM) yang naik ke Papan Pengembangan, kita harapkan jadi Papan Utama. Dan Papan Akselerasi ini ada 42 perusahaan yang sudah emiten, ini bisa mendapatkan pembiayaan permodalan dari investor itu, totalnya Rp2 triliun,” ujar Bagus Rachman.

Saat ini, ia mengatakan BEI bersama Kementerian UMKM tengah menjalankan program coaching clinic (klinik pelatihan) terhadap sebanyak 23 UKM untuk membimbing mereka dapat melangsungkan IPO di pasar modal Indonesia .

BEI pun optimistis sebanyak 23 UKM tersebut dapat melantai di pasar modal Indonesia pada tahun depan.